Hidup ini selalu berubah, terlalu cepat berubah malah. Pernahkah kita
luangkan waktu sejenak untuk menatap masa lalu? Menatap masa kecil
kita, menatap masa-masa
kita mulai belajar arti sebuah kedewasaan?
Teman-teman sering bertanya, “rus, kamu tu ga berubah ya dari dulu“ atau “rus, kok kamu tuh kok kayak anak kecil e ?“.
Jika aku menoleh ke kanan-kiri, ternyata mereka memang tidak
berbasa-basi. aku memang belum mampu untuk menjadi dewasa. Hidup dalam
kemanjaan membuatku selalu ingin dimanja, dan satu yang aku sadari
bahwa terlalu berat rasanya meninggalkan kemanjaan itu, apalagi aku seorang anak tunggal.
Terkadang seseorang memang harus begitu konsisten, namun
konsisten juga terkadang amat sangat tidak dibutuhkan. Semua memiliki
tempat untuk berpijak.
Membicarakan tentang perubahan manusia yang
amat begitu cepat.
Namun beruntunglah mereka yang berubah ke arah
kebaikan, bukan ke arah keburukan.
Tentu tidak asing bagi kita saat melihat sekeliling kita berubah.
Perubahan tidak harus berlalu dengan begitu lamban. Terkadang yang kita lihat cepat sebenarnya adalah
rantai-rantai panjang sebuah proses yang lamban.
aku ingat seorang teman, entah mengapa begitu cepat berubah. Dulu
saat Sekolah Dasar aku menatap dia sebagai sosok yang begitu istiqamah, jilbaber
tulen, namun saat mulai SMP aku melihat dia begitu berubah, amat
sangat drastis. Pakaian dia begitu ketat, walau masih tetap berjilbab
namun bukan lagi jilbaber. Jilbabnya tidak lagi panjang dan mulai
menggunakan celana jins ketat.
hufttt, begitu cepat dunia berubah. Ada yang berubah bentuk fisik,
hati, bahkan yang tidak mampu terlihat, namun semua itu berubah. Manusia
sedang berada dalam proses, berada dalam lingkungannya menjadi
sempurna atau malah berubah menjadi semakin tak
menentu.
aku pernah baca cerita di suatu blog. Ada seorang ustazah di
kampus yang menjadi mentor acara-acara pengajian, namun kemudian ustazah
yang sangat anti-pacaran malah coba-coba untuk pacaran. aku tidak
tahu, apa dia yang begitu niat, setan yang begitu keras menggoda, atau
sang lelaki pujaan yang begitu handal menggombal, aku tidak tahu.
Singkatnya sang ustazah berpacaran dengan lelaki tersebut, lalu mulai
berjalan berdua. Berita terakhir, sang ustazah melepaskan
status jilbabernya. Menanggalkan jilbab lebar kebanggaannya,
meninggalkan baju lebarnya, meninggalkan Tuhannya dan menjualnya dengan
dunia yang tidak akan pernah abadi ini.
Yah, demikianlah… manusia emang begitu cepat berubah, teramat cepat.
Wahai kamu semua, tak ada salahnya berubah namun jika perubahan itu menghancurkan dirimu maka konsistensi jauh lebih indah. ingat, "Terkadang kesalahan kita begitu sangat sederhana, yaitu salah menentukan pijakan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar