Jumat, 28 September 2012

Manusia itu berubah, sangat cepat!

Hidup ini selalu berubah, terlalu cepat berubah malah. Pernahkah kita luangkan waktu sejenak untuk menatap masa lalu? Menatap masa kecil kita, menatap masa-masa kita mulai belajar arti sebuah kedewasaan?
Teman-teman sering bertanya, “rus, kamu tu ga berubah ya dari dulu“ atau “rus, kok kamu tuh kok kayak anak kecil e ?“. Jika aku menoleh ke kanan-kiri, ternyata mereka memang tidak berbasa-basi. aku memang belum mampu untuk menjadi dewasa. Hidup dalam kemanjaan membuatku selalu ingin dimanja, dan satu yang aku sadari bahwa terlalu berat rasanya meninggalkan kemanjaan itu, apalagi aku seorang anak tunggal.

Terkadang seseorang memang harus begitu konsisten, namun konsisten juga terkadang amat sangat tidak dibutuhkan. Semua memiliki tempat untuk berpijak.
 Membicarakan tentang perubahan manusia yang amat begitu cepat.

Namun beruntunglah mereka yang berubah ke arah kebaikan, bukan ke arah keburukan.

Tentu tidak asing bagi kita saat melihat sekeliling kita berubah. Perubahan tidak harus berlalu dengan begitu lamban. Terkadang yang kita lihat cepat sebenarnya adalah rantai-rantai panjang sebuah proses yang lamban.

aku ingat seorang teman, entah mengapa begitu cepat berubah. Dulu saat Sekolah Dasar aku menatap dia sebagai sosok yang begitu istiqamah, jilbaber tulen, namun saat mulai SMP aku melihat dia begitu berubah, amat sangat drastis. Pakaian dia begitu ketat, walau masih tetap berjilbab namun bukan lagi jilbaber. Jilbabnya tidak lagi panjang dan mulai menggunakan celana jins ketat.
hufttt, begitu cepat dunia berubah. Ada yang berubah bentuk fisik, hati, bahkan yang tidak mampu terlihat, namun semua itu berubah. Manusia sedang berada dalam proses, berada dalam lingkungannya menjadi sempurna atau malah berubah menjadi semakin tak menentu.
aku pernah baca cerita di suatu blog. Ada seorang ustazah di kampus yang menjadi mentor acara-acara pengajian, namun kemudian ustazah yang sangat anti-pacaran malah coba-coba untuk pacaran. aku tidak tahu, apa dia yang begitu niat, setan yang begitu keras menggoda, atau sang lelaki pujaan yang begitu handal menggombal, aku tidak tahu. Singkatnya sang ustazah berpacaran dengan lelaki tersebut, lalu mulai berjalan berdua. Berita terakhir, sang ustazah melepaskan status jilbabernya. Menanggalkan jilbab lebar kebanggaannya, meninggalkan baju lebarnya, meninggalkan Tuhannya dan menjualnya dengan dunia yang tidak akan pernah abadi ini.

Yah, demikianlah… manusia emang begitu cepat berubah, teramat cepat.
Wahai kamu semua, tak ada salahnya berubah namun jika perubahan itu menghancurkan dirimu maka konsistensi jauh lebih indah. ingat, "Terkadang kesalahan kita begitu sangat sederhana, yaitu salah menentukan pijakan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar